“DON’T TOUCH ME”
PLAN
THE PROJECT FOR STARLIGHT CINEMA
THE TITTLE :
DON’T TOUCH ME
SCRIPTWRITER :
MARWAHQUROTAAYUN. M
TYPE OF FILM :
FIKSI
Irma sesosok gadis multitalent dengan
kesibukan berbagai kegiatan kesehariannya. Irma seorang staff di Sekolah Menengah
Pertama sambil mengajar les bahasa Inggris, sesuai dengan jurusan kuliahnya.
Irma memang punya cita-cita sebagai guru bahasa Inggris juga sebagai penulis,
tapi untuk sementara sambil menyelesaikan kuliahnya, Irma bekerja sebagai staff
tata usaha sekolah. Disela kesibukan mengajar les bahasa Inggris, bekerja dan
kuliah Irma juga mengikuti pelatihan Qiroah disuatu lembaga pendidikan dipusat
kota. Bahkan setiap malam minggu, dua kali dalam sebulan Irma juga mengikuti
kajian Qiroah bersama para senior Qori dan Qoriah. Irma juga memiliki hoby unik
yaitu selfi dan fashion show.
INT.KANTOR TATA USAHA SEKOLAH-SIANG
Irma
(Sibuk didepan komputer dengan
pekerjaannya di ruang kantor tata usaha)
LONG SHOOT (CUT TO)
Irma
(Membereskan tempat kerja dan
mengambil tas untuk berpamitan pulang setelah semua pekerjaan selesai)
Staff lain
“Sudah selesai mbak Irma.”
Irma
“Sudah bu, hari ini saya pulang
duluan ya bu.”
Staff lain
“Ya memang sudah jamnya pulang kok,
sebentar lagi saya juga mau pulang kok.”
Irma
“Saya duluan ya bu,
Assalamu’alaikum.”
(berpamitan sambil berjabat tangan)
Staff lain
“Wa’alaikumussalam warahmatullah
wabarakatuh”
(keluar ruang kantor menuju parkiran)
EXT.PARKIRAN MOTOR-SIANG
Irma
(Pulang mengendarai motor maticnya
menuju kampus)
CUT TO/ FADE TO BLACK
Kisah ini berawal dari pengkhianatan
seorang teman kuliahnya yang selalu iri dan meremehkannya karena dia tidak
mampu seperti Irma. Amel yang selalu iri dengan Irma yang multitalent. Irma
yang dari awal kuliah memang sudah terbiasa menulis buku dan bahkan sudah
menghasilkan karya tulis namun masih dalam proses. Irma memang terlihat biasa
tapi sebenarnya memiliki otak yang cerdas, ”Ibarat air diam-diam
menghanyutkan”. Prestasi dikampus seakan biasa saja, tapi sesungguhnya Irma
menyimpan banyak karya tulis. Jadi kalau Amel selalu meremehkan kemampuannya,
Irma cuma tersenyum dan berkata dalam hati, “Akan aku buktikan suatu saat
nanti”.
INT.RUANG CLASS-SIANG
Irma
(duduk diruang class sendiri sambil
mengerjakan tugas kampus, dan beberapa saat kemudian datang beberapa mahasiswa
lainnya termasuk Amel)
Amel dan teman-teman
“Assalamu’alaikum”
Irma
“Wa’alaikumussalam wr wb.”
(sesaat kemudian dosen masuk kelas
dan menjelaskan tugas kampus yang harus dipresentasikan minggu depan)
Dosen
“Good Afternoon.”
Mahasiswa
“Good Afternoon sir.”
Dosen
“Bagaimana dengan tugas yang saya
berikan minggu kemarin, apa ada yang sudah selesai?”
Irma
“Saya sudah selesai Pak.”
Dosen
“Coba lihat, Irma.”
(Dosen mengambil paper tugas kampus Irma)
“Tinggal revisi sedikit, minggu depan
sudah siap presentasi ya Irma, yang lain gimana ini.”
Mahasiswa lain
“Belum pak, belum dapat ide.”
Dosen
“Kalian ini gimana, Irma saja sudah
selesai dan siap presentasi minggu depan, pokoknya gak mau tau ya minggu depan
kalian harus siap untuk mempresentasikan tugas kalian masing-masing.”
(Dosen mengakhiri class dan keluar
dari ruangan class)
Dosen
“See you next week.”
Mahasiswa
“See you sir.”
CUT TO/ FADE TO BLACK
INT.RUANG CLASS-SIANG
Teman
“Mbak Irma sudah selesai tugasnya.”
Irma
“Sudah selesai tinggal revisi sedikit
lagi, siap presentasi minggu depan.”
(sebelum pulang Irma merevisi
tugasnya agar tidak tertunda-tunda, teman yang lain pun masih dikelas dan baru
akan mulai mengerjakan tugas kampusnya)
Amel
“Lihat mbak Irma, kok cepet banget
sih selesainya, apa bisa nanti kamu mempresentasikannya ?”
Irma
“Bisa dong, kamu sendiri bisa
ngerjain nggak?!”
(Irma menjawab dengan tegas dan
percaya diri)
Irma ingin ke kamar mandi sebentar
dan menitipkan laptopnya kepada teman-teman yang lain. Amel yang sedang cuntel
otaknya, gak punya ide sama sekali untuk mengerjakan tugasnya, tiba-tiba terfikir
untuk mengcopas tugas Irma. Teman yang lain menyarankan agar tidak melakukannya
tapi Amel memang bandel nggak mau berfikir kreatif sendiri, hanya bergantung
dengan tugas Irma.
Teman
“Amel jangan copas mel, nanti klo
ketahuan jadi masalah lho.’
Amel
“Biarin aja, masa bodoh.”
Teman lain
“Lha emang kamu bodho, bisanya copas
gak kreatif, huuuuuuuu, tadi aja ngeremehin
Irma sekarang copas tugasnya, dasar kamu tuh picik.”
(tiba-tiba Irma masuk ruang kelas
lagi, Amel terkejut dengan posisi laptop yang berubah dan kembali ketempat
duduknya)
Irma
(Irma agak heran kenapa posisi
laptopnya berubah arah, dan bertanya dalam hati apa ada yang menyentuh
laptopnya, lalu melanjutkan revisi tugasnya)
Teman lain
“Hati-hati lho mbak Irma, tar ada
yang copas tugasnya.”
Irma
“Ah nggak, aku dah selesai revisi.
Aku pulang duluan ya teman-teman, Assalamu’alaikum.”
(Irma keluar meninggalkan ruangan
kelas)
Teman-teman
“Wa’alaikumussalam wr wb”
CUT TO/ FADE TO BLACK
Amel pun semakin penasaran dengan
teman kuliahnya ini, kenapa diremehkan tapi cuma tersenyum dan terlihat enjoy
saja. Suatu saat Amel membuka laptop Irma dan ternyata Irma sudah memiliki
banyak karya tulis yang membuatnya melongo dan terperangah malu sendiri. Tapi
yang namanya Amel, selalu iri dan ingin selalu tampil menyaingi Irma meskipun
dengan cara tidak baik bahkan licik sekalipun. Pada awalnya pertemanan mereka
baik-baik saja, tapi setelah Irma mengetahui kelicikan teman kuliahnya ini,
Irma memilih diam dan menjauhi Amel. Irma lebih menemukan kebahagiaan dalam
kesendirian sehingga Irma sekarang menjadi gadis introvert, bergaul dengan
teman lainnya jika sedang good mood atau seperlunya saja. Irma dan Amel
sama-sama gadis jomblo gak pernah pacaran, tapi suatu saat Irma memiliki pacar
dari chating disosmed. Disela kesibukan mengerjakan tugas kampus smartphonenya
bergetar dan berdering tanda ada message masuk.
INT.KAMAR IRMA-MALAM
Irma
“Siapa ini ya, ada pesan masuk tapi
aku gak kenal.”
(Irma membaca pesan itu dari Indra
dan membalas pesan tersebut sekedarnya saja sambil melanjutkan mengerjakan
tugas kampus)
MS – ECU/ ZOOM OUT
CUT TO FADE TO BLACK
Sore harinya Indra yang semalem kirim
message ke Irma tiba-tiba datang kerumah Irma, rupanya sudah tahu rumah Irma.
Irma terkejut, tapi Irma terburu-buru pergi karena sudah janji akan mengajar
les bahasa Inggris.
Indra
“Irma......’
(tiba-tiba Indra sudah duduk diteras
rumah bersama keluarganya)
Irma
“Ya, mas Indra ya, maaf hari ini aku
buru-buru sudah janjian mau mengajar les, lain kali aja datang lagi.”
(Irma pergi mengendarai maticnya yang
setia menemani beraktivitas)
CUT TO/ FADE TO BLACK
Tapi alangkah terkejutnya Irma
melihat Indra berduaan bersama Amel teman kampusnya sewaktu pulang dari
beraktifitas dan menghampiri mereka berdua.
Irma
“Oh, jadi kalian pacaran ya.”
Indra
Enggggaaak, gaaaak kok.”
Irma
“Terus apa klo tidak pacaran berdua-duaan
gandengan tangan gitu.”
Irma
“Ya sudahlah.”
(Irma pergi meninggalkan mereka
berdua)
Indra
“Irma, tunggu aku, dengarkan
penjelasanku dulu.”
(Indra coba mengejar Irma dan
memegang pundaknya)
Irma
“Don’t touch me, okey ! Jangan
sentuh-sentuh aku, aku wanita, bukan hp touch screen yang bisa disentuh-sentuh”
Indra
“Okey, okey aku tak menyentuhmu, tapi
dengarkan aku, aku sayang kamu.”
Irma
“Simpan kata sayangmu itu.”
(pergi meninggalkan Indra)
CUT TO
Beberapa hari kemudian Irma pergi
mengikuti kajian Al-Qur’an dipusat kota yang sudah biasa diikutinya sejak tiga
tahun yang lalu. Pas malam minggu dari pada BT dirumah lebih baik buat ngaji.
INT.MASJID-MALAM
Irma
“Dari pada BT dirumah lebih baik ikut
kajian tilawah Al-Qur’an aja.”
(pergi ke pusat kota ikut kajian
tilawah Al-Qur’an)
CUT TO/ FADE TO BLACK
INT.KAMAR IRMA-PAGI
Irma
“Aku mau mengulang kajian tadi malam.”
(setelah sholat subuh Irma mengulang
tilawah semalam dan setelah itu melanjutkan mengerjakan tugas kampusnya)
Tiba-tiba Indra datang menemui Irma dengan membawa kado kecil
untuk meminangnya.
Indra
“Assalamu’alaikum, Irma.”
(Indra mengetok pintu sambil
mengucapkan salam)
Irma
“Wa’alaikumussalam warahmatullah
wabarakatuh.”
(Irma terkejut melihat Indra datang
kerumah)
Indra
“Boleh aku masuk Irma.”
Irma
“Ya silahkan masuk, duduk.”
(Irma mempersilahkan Indra duduk di
kursi depan kamar Irma)
Indra
“Irma aku beneran sayang kamu dan aku
ingin kamu menerima ini sebagai tanda kamu menerima pinanganku.’
(Indra mengeluarkan kotak cincin dari
sakunya)
Irma
(menerima kotak cincin itu dan
memandanginya, diam tak berkata apapun)
Irma
"Aku tahu semua kebohonganmu dan sekarang saatnya mengakhiri semua, menikahlah dengan pacarmu dan jangan pernah temui aku lagi, jangan pernah permainkan hati seorang wanita, jangan sakiti wanita, silahkan tinggalkan aku sendiri, aku bisa bahagia tanpamu."
MS-ZOOM IN
Irma pergi meninggalkan kota kelahirannya dan kembali merantau meraih cita dan cinta yang kandas menjadi nyata di masa depan yang cerah penuh makna. Irma sukses menjadi seorang scriptwriter dan sukses menemukan cinta sejati yang mampu memahami dan setia, saling melengkapituk menjadi sempurna dalam meraih ridho Illahi.
-------------------------------------THE
END----------------------------------------
TO BE CONTINUE IN STORY "CERDAS KREATIF DALAM SYAR'I"
SCRIPWRITER BY MARWANTI
MARWAHQUROTAAYUN, A.Md
Tidak ada komentar:
Posting Komentar